Waspada tanda fisik khalayak dengan risiko serangan jantung mendadak

  • admin
  • Mei 19, 2024

Ibukota Indonesia – Dokter spesialis jantung serta pembuluh darah lulusan Universitas Indonesi dr. Teuku Istia Muda Perdan, Sp.J.P, FIHA, membagikan banyak ciri fisik yang dimaksud diperlukan diwaspadai seseorang yang dimaksud berisiko terkena serangan jantung mendadak saat beraktivitas berat seperti olahraga.

Dani, panggilan sang dokter, ketika diskusi secara daring yang dimaksud dihadiri oleh dari Jakarta, Selasa, mengungkapkan tanda pertama yang dimaksud diperlukan diwaspadai adalah jikalau seseorang kerap pingsan secara mendadak serta berulang pada waktu beraktivitas. “Orang pingsan secara tiba-tiba nomor satu harus curiga itu kematian jantung mendadak sampai terbukti bukan. Jadi, (orang) harus waspada dengan sekitar,” kata Dani.

Simptom lain yang digunakan dirasakan pada pemukim yang menderita serangan jantung mendadak adalah pada waktu beraktivitas mengalami nyeri dada yang tiada spesifik penyebabnya, sesak berlebih, cepat lelah kemudian irama jantung bermetamorfosis menjadi tak teratur tanpa penjelasan. Dalam keadaan normal, tubuh akan mengenali rasa tidak ada senyaman apabila ada sesuatu yang digunakan tidak ada biasa terbentuk sehingga khalayak harus lebih lanjut memerhatikan situasi fisik sebelum melakukan aktivitas berat.

Selain itu, komponen risiko lainnya seperti hipertensi, diabetes, lipid tinggi, kebiasaan merokok, dan juga konsumsi alkohol menjadi salah satu pemicu meningkatnya risiko serangan jantung mendadak.

“Waspada juga kalau ada riwayat keluarga meninggal muda dikarenakan jantung berarti kita ada risiko ke sana, kemudian riwayat kelainan jantung bawaan seperti katup jantung bocor dari lahir,” kata Dani.

Serangan jantung terjadi karena aliran darah ke jantung tersumbat sehingga menghentikan pasokan oksigen, yang digunakan menciptakan irama jantung tidak ada teratur juga akhirnya jantung berhenti bekerja sehingga menyebabkan kematian. Kejadian itu terhitung cepat semata-mata pada 1-2 menit sehingga harus cepat ditangani dokter.

Kasus itu rutin dijumpai pada waktu berolahraga, berkegiatan sehari-hari atau bahkan pada waktu tidur, dan juga banyak menyerang ke usia relatif muda yakni ke bawah 40 tahun. Di Indonesia, nomor serangan jantung tercatat 2 jt perkara per tahun, sedangkan gagal jantung atau henti jantung terdapat 150 ribu persoalan hukum per tahun.

Dani menyarankan bagi pemukim yang mana miliki riwayat penyakit jantung pada keluarga atau banyak mengalami tanda fisik seperti pingsan atau nyeri dada, untuk meyakinkan status kesegaran jantung dengan pemeriksaan laboratorium atau melalui rekam jantung. Pemeriksaan keadaan jantung akan dikerjakan dengan EKG rekam jantung, USG atau ekokardiografi untuk meninjau kelainan bangunan jantung.

Seseorang yang menjalani pemeriksaan jantung juga akan diminta berolahraga dengan treadmill untuk mengawasi tanda penyempitan atau gangguan jiwa irama jantung pada waktu beraktivitas, rekam jantung 24 jam atau halter monitoring, pemindaian atau kateterisasi jantung.

 

Artikel ini disadur dari Waspada tanda fisik orang dengan risiko serangan jantung mendadak

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *