Perhatikan denyut nadi pada waktu berolahraga untuk cegah serangan jantung

  • admin
  • Mei 19, 2024

Ibukota Indonesia – Dokter spesialis jantung kemudian pembuluh darah lulusan Universitas Nusantara dr. Teuku Istia Muda Perdan Sp J.P FIHA memaparkan pendatang yang tersebut melakukan olahraga harus memperhatikan denyut nadi agar terhindar dari serangan jantung mendadak pada waktu beraktivitas lalu tidak dari rasa lelah.

“Jadi bukanlah dari rasa lelah, keringat banyak, nafas ngos-ngosan tapi dari detak jantung maksimal, itu harus tahu sebelum melakukan olahraga yang mana cukup berat,” kata dokter yang dimaksud disapa Dani di diskusi kesegaran jantung yang mana disertai secara daring di dalam Jakarta, Selasa.

Dani mengemukakan berdasarkan Asosiasi Jantung Amerika, detak jantung maksimal bisa saja dirasakan dari denyut nadi pada pergelangan tangan atau leher dengan rumus 220 (detak jantung maksimal) dikurangi usia pada waktu ini.

Dari hasil yang disebutkan bisa jadi dibagi berubah menjadi dua kategori, yakni apabila melakukan olahraga intensitas sedang denyut jantung harus diantara 50-70 persen dari denyut maksimal. Sedangkan jikalau melakukan intensitas latihan yang kuat, denyut jantung harus di dalam bilangan antara 70-85 persen dari denyut maksimal.

“Dianjurkan bukan menyeberangi zona tersebut, pelan-plan ditingkatkan baru bisa saja memperoleh kebugaran fisik tanpa faktor risiko kematian jantung, ini berlaku pada waktu warming up lalu cooling down,” jelas Dani.

Untuk menyavoid kematian mendadak lantaran serangan jantung, disarankan juga untuk melakukan pemanasan sebelum berolahraga lalu berhenti berolahraga selama 10 menit. Hitung juga denyut nadi dengan cara meletakkan dua jari di pergelangan tangan atau leher selama 15 detik kemudian pada kalikan 4 untuk mendapatkan denyut per menit.

Hal ini juga bisa saja dikerjakan dengan pemanfaatan alat pengukur detak jantung, yang dimaksud berguna untuk menyesuaikan level olahraga yang tersebut dapat diwujudkan untuk menjaga dari hal yang tak diinginkan.

Cara lain yang dimaksud bisa jadi dikerjakan adalah dengan tes bicara, jikalau telah bukan sanggup berbicara dengan kata-kata yang jelas artinya olahraga telah mencapai intensitas maksimal juga harus berhenti.

Dani memberikan kiat untuk berolahraga dengan aman bagi yang mempunyai riwayat jantung agar terhindar dari serangan mendadak adalah dengan rutin melakukan check up kesegaran khususnya jantung.

Selain itu terapkan pola latihan yang dimaksud teratur juga terukur, istirahat juga tidur yang dimaksud cukup, makan makanan fit juga kelola stres.

“Kalau ada tanda hambatan jantung jangan dibaikan, kalau punya kesulitan jantung bawa obat yang dimaksud rutin dikonsumsi, pakai tanda pengenal agar khalayak sekitar tahu hambatan kebugaran anda, kemudian konsultasi dengan dokter jikalau ingin mengambil bagian kegiatan olahraga,” ucap Dani.

 

Artikel ini disadur dari Perhatikan denyut nadi saat berolahraga untuk cegah serangan jantung

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *