Mitos-mitos seputar serangan jantung ketika berolahraga

  • admin
  • Mei 18, 2024

Ibukota – Dokter spesialis jantung juga pembuluh darah dr. Teuku Istia Muda Perdan Sp J.P FIHA menyampaikan penjelasan mengenai mitos-mitos seputar serangan jantung ketika berolahraga.

Dalam diskusi kesehatan yang disertai via daring dari Jakarta, Selasa, lulusan Fakultas Medis Universitas Indonesi itu mengemukakan bahwa mitos tentang menepuk punggung atau menusuk jari menggunakan jarum untuk menolong penduduk yang digunakan mengalami serangan jantung tidaklah tepat.

"Mitos ditepuk punggungnya, jari ditusuk agar mengundurkan diri dari darah itu tak tepat, oleh sebab itu bisa saja memperlama waktu untuk dibawa ke rumah sakit," kata dokter yang biasa disapa Dani itu.

Menurut dia, mitos bahwa tangan lalu kaki yang dimaksud banyak berkeringat merupakan tanda penyakit jantung juga sepenuhnya salah.

Dokter yang tersebut berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro itu menjelaskan bahwa penyakit jantung bukan berhubungan dengan produksi keringat pada tangan lalu kaki.

Mitos lain yang tersebut menyebutkan bahwa mandi air dingin setelahnya berolahraga dapat menyebabkan serangan jantung, menurut Dani, pun bukan benar.

Kendati demikian, ia menjelaskan, orang yang dimaksud punya penyakit jantung disarankan tak secara langsung mandi air dingin pasca berolahraga agar tubuhnya tak mengalami inovasi suhu drastis.

"Kalau yang mana diketahui ada penyakit jantung, penyumbatan atau penyempitan, tiada disarankan inovasi suhu mendadak, dikarenakan perkembangan alami secara normal habis olahraga pembuluh darah mengecil, pada pasien penyumbatan dapat menyebabkan serangan, itu harus hati-hati," katanya.

Menurut Dani, berolahraga tanpa melakukan pemanasan serta pendinginan dan juga berolahraga dengan intensitas lebih tinggi juga sanggup memunculkan risiko serangan jantung.

"Paling banyak terlalu semangat berolahraga dengan intensitas tinggi tanpa istirahat cukup sebelumnya, lupa ukuran olahraga dari denyut nadi, tidaklah warm up, tiada cooling down pada olahraga yang mana sifatnya permainan seperti futsal atau badminton, itu ada risikonya," ia menjelaskan.

Dani mengemukakan bahwa penderita penyakit jantung juga disarankan berolahraga untuk melatih otot jantung agar sirkulasi darah menjadi lebih besar lancar.

Menurut dia, olahraga yang aman bagi penderita penyakit jantung yakni olahraga yang dimaksud berdampak rendah seperti bersepeda, joging, berenang, atau senam aerobik.

"Disarankan lengkap, kardio, angkat beban, olahraga nafas seperti yoga, kalau dapat direalisasikan akan sangat bagus," katanya.

Artikel ini disadur dari Mitos-mitos seputar serangan jantung saat berolahraga

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *