Industri Media Eksternal Tiba-Tiba Sorot Pernyataan Luhut Soal Isu Hal ini

  • admin
  • Mei 25, 2024

Jakarta – Dunia Pers asing menyoroti pernyataan Menteri Koordinator Lingkup Kemaritiman dan juga Penanaman Modal Luhut Pandjaitan soal rencana pemerintah Negara Indonesia untuk menawarkan kewarganegaraan ganda. Ini adalah direalisasikan terhadap mantan warga negaranya RI yang digunakan telah dilakukan tinggal pada luar negeri.

Artikel khusus dengan judul ‘Indonesian warga negara yang tinggal di luar negeri welcomes dual citizenship plan, but details needed to make it a reality’ dibuat The Strait Times, Selasa (14/5/2024). Disebut bagaimana rencana itu telah diberitahukan sejak April.

“Proposal rencana tersebut, yang disampaikan pada April tanpa rincian oleh manusia menteri senior, muncul pada pada waktu negara-negara berlomba-lomba untuk menawan banyak talenta,” tulis laporan tersebut.

“Di mana Negara Indonesia sendiri ingin beralih dari negara dengan perekonomian berpendapatan menengah ke berhadapan dengan bermetamorfosis menjadi negara berpendapatan tinggi,” tambahnya.

Disebutkan bagaimana rencana kewarganegaraan ganda yang dimaksud diinformasikan pada tanggal 30 April oleh Luhut. Ini adalah mendekati penghadapan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) lalu direktur utama Microsoft Satya Nadella, yang mana menjanjikan bantuan penanaman modal sebesar US$1,7 miliar di negara tersebut.

Dikatakan bagaimana Luhut menjelaskan bahwa pemerintah akan segera memberikan kewarganegaraan ganda untuk mantan warga negara Negara Indonesia yang tinggal ke luar negeri. Menurutnya ini akan menyebabkan kembali orang-orang Nusantara yang tersebut sangat terampil ke di negeri,

“Namun ia bukan memberikan rincian seperti apa yang digunakan dilaksanakan pemerintah untuk mewujudkannya, lalu bagaimana pemerintah dapat meyakinkan anggota parlemen untuk menyetujui rencana tersebut, yang tersebut merupakan hal yang mana kontroversial dalam Indonesia,” muat media itu lagi.

Strait Times kemudian juga menyoroti bahwa selama ini undang-undang Indonesi tak mengakui kewarganegaraan ganda. Di mana seseorang anak yang dimaksud memegang dua paspor harus memilih salah satu lalu mengurangi kewarganegaraan yang lain saat berusia 18 tahun.

“Negara ini (Indonesia) mengalami brain drain lantaran penduduk lokal yang dimaksud terampil mengalihkan kewarganegaraan mereka itu ke negara tempat merek bekerja kemudian tinggal, seringkali didorong oleh kesempatan karir yang digunakan lebih besar baik serta upah yang terpencil lebih besar tinggi,” lapor media tersebut.

Di Singapura sendiri, data Kantor Imigrasi Negara Indonesia menyampaikan hampir 4.000 anak muda RI memperoleh paspor Negeri Singa dari tahun 2019 hingga 2022. Berdasarkan data pemerintah, pada waktu ini total ada sekitar enam jt pendatang masyarakat migran Indonesia.

Mereka termasuk pekerja terampil kemudian tidak ada terampil, beserta keluarga mereka. Beberapa di antaranya telah dilakukan melegakan kewarganegaraannya dan juga yang tersebut lainnya masih berubah jadi warga negara Indonesia.

Artikel Selanjutnya Dunia Pers Mancanegara Tiba-Tiba Sorot Anies Baswedan di Pilpres RI, Ada Apa?

Artikel ini disadur dari Media Asing Tiba-Tiba Sorot Pernyataan Luhut Soal Isu Ini

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *