Maskapai Australia Setop Penerbangan ke Shanghai China

  • admin
  • Mei 25, 2024

Jakarta – Maskapai penerbangan Australia, Qantas Airways secara tiba-tiba menangguhkan penerbangan ke Shanghai, China, mulai 28 Juli. Permintaan yang digunakan rendah, sembilan bulan setelahnya maskapai penerbangan berbendera Australia yang dimaksud melanjutkan layanan dari Sydney, menjadi penyebab.

Mengutip Reuters, jumlah agregat penerbangan internasional ke kemudian dari China sebenarnya berjumlah sekitar 70% dari tingkat sebelum pandemi. Pemulihan lebih tinggi lambat dibandingkan negara lain dikarenakan lebih besar sedikit wisatawan juga perlambatan sektor ekonomi domestik.

“Sejak Covid, permintaan perjalanan antara Australia dan China belum pulih sekuat yang diperkirakan. Dalam beberapa bulan, penerbangan kami ke juga dari Shanghai beroperasi sekitar setengah penuh,” kata ketua eksekutif Qantas International Cam Wallace, disitir Selasa (14/5/2024).

“Pesawat Qantas dengan rute Shanghai akan dialihkan ke tujuan lain ke Asia yang tersebut mempunyai permintaan lebih banyak tinggi atau potensi pariwisata baru,” tambah perusahaan itu.

Namun Qantas menegaskan akan terus memantau bursa Australia-China dengan cermat. Kemungkinan Qantas akan kembali ke Shanghai sewaktu permintaan telah pulih.

“Sejak perbatasan dibuka kembali, pengunjung China lambat untuk kembali ke Australia, meskipun kapasitas penerbangan meningkat,” kata direktur utama kelompok sektor Tourism & Perhubungan Wadah Australia, Margy Osmond.

Dia mengutarakan kedatangan dari China, yang saat ini bermetamorfosis menjadi sumber pengunjung internasional terbesar keempat ke Australia, pada bulan Maret hanya sekali mencapai 47%, dibandingkan tingkat sebelum pandemi yang berlangsung pada bulan Maret 2019. Sebelum Covid, China adalah lingkungan ekonomi pariwisata utama Australia.

Qantas sendiri masih terbang ke Hong Kong dari Sydney serta Melbourne. Maskapai juga menjalin kemitraan dengan maskapai lain untuk perjalanan selanjutnya di dalam China.

Sementara itu, maskapai ini mengumumkan rute baru dari Brisbane ke Manila mulai akhir Oktober, juga penerbangan tambahan ke Singapura. Pihaknya juga akan menambah jumlah kali penerbangan dari Sydney ke Bengaluru.

Sebelumnya, regulator penerbangan China memperkirakan penerbangan internasional akan kembali ke 80% tingkat sebelum Covid pada akhir tahun 2024. Kapasitas penerbangan domestik China sendiri disebut sudah pernah pulih lebih besar cepat, melonjak menyeberangi level tahun 2019 pada awal tahun 2023seirpembatasan perjalanan.

Artikel Selanjutnya Tahun 2024 Padat Agenda Politik, Pengusaha Hotel pada Bali Ingatkan Hal ini

Artikel ini disadur dari Maskapai Australia Setop Penerbangan ke Shanghai China

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *