Mahkamah Internasional adakan sidang terbuka melawan permintaan Afsel

  • admin
  • Mei 21, 2024

Ankara – Mahkamah Internasional (ICJ) akan mengadakan sidang terbuka untuk umum pada 16-17 Mei, menyusul permintaan Afrika Selatan untuk mengambil tindakan tambahan pada negara Israel terhadap Daerah Gaza lalu Rafah.

Pengadilan lebih tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dimaksud berbasis dalam kota Den Haag, Belanda, Selasa, di pernyataannya mengungkapkan delegasi Afrika Selatan akan hadir pada sidang pada Kamis, dan juga pihak negara Israel pada Jumat.

Afrika Selatan pada 10 Mei mengajukan permintaan mendesak untuk Mahkamah Internasional untuk mengambil langkah tambahan di dalam sedang serangan negeri Israel pada Gaza, khususnya dalam kota Rafah, tempat tambahan dari 1,4 jt warga Palestina berlindung.

Mahkamah Internasional pada Hari Jumat tak lama kemudian mengutarakan bahwa langkah-langkah sementara sebelumnya dianggap tidak ada mampu sepenuhnya mengatasi inovasi keadaan juga fakta-fakta berita

Pernyataan yang disebutkan meninggalkan pada tiga hari pasca tentara negara Israel menyerbu kemudian menduduki sisi Palestina dalam persimpangan Rafah dengan Mesir, menghentikan satu-satunya pintu gerbang warga Palestina di Wilayah Gaza ke dunia.

Mahkamah Internasional mengutip permintaan dari Afsel mengemukakan situasi yang tersebut ditimbulkan serangan negeri Israel dalam Rafah, juga risiko ekstrim terhadap pasokan kemanusiaan serta layanan dasar ke Wilayah Gaza terhadap kelangsungan sistem medis Palestina, sera kelangsungan hidup warga Palestina tak belaka memperburuk situasi yang dimaksud ada.

"Tetapi juga memunculkan fakta-fakta baru yang dimaksud menyebabkan kerugian yang digunakan tidaklah dapat diperbaiki terhadap hak-hak rakyat Palestina di dalam Gaza,” kata Afrika Selatan pada permintaannya.

Afrika Selatan menyeret negara Israel ke Mahkamah Internasional pada akhir tahun 2023, menuduhnya melakukan genosida ke Gaza.

Putusan sela pada Januari memaparkan Tel Aviv melakukan genosida dalam wilayah pesisir tersebut, juga memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan tersebut.  tanah Israel juga diperintahkan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan terhadap warga sipil di dalam Gaza.

Lebih dari 35.100 warga Palestina telah dilakukan terbunuh di Gaza, sebagian besar perempuan dan juga anak-anak, juga lebih tinggi dari 79.000 lainnya terluka, menurut otoritas keseimbangan Palestina.

Lebih dari tujuh bulan setelahnya pertempuran Israel, sebagian besar wilayah Daerah Gaza hancur, mengupayakan 85 persen populasi wilayah kantong yang disebutkan mengungsi dalam berada dalam blokade makanan, air bersih, lalu medikasi yang tersebut melumpuhkan, menurut PBB.

Sumber: ANADOLU-OANA

Artikel ini disadur dari Mahkamah Internasional adakan sidang terbuka atas permintaan Afsel

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *