Kenali dan juga atasi trauma pascakecelakaan

  • admin
  • Mei 18, 2024

DKI Jakarta – Mengalami kecelakaan ternyata mampu memberikan efek trauma menghadapi hal-hal berkaitan yang mana akan berpengaruh terhadap keberadaan individu yang terjebak pascakejadian yang mana penting dikenali ciri-cirinya lalu diatasi.

Psikolog Anak juga Keluarga Sani B. Hermawan menyatakan pasca mengalami kecelakaan, bukan jarang seseorang mengalami trauma pascakejadian yang dimaksud berkaitan dengan serangkaian kecelakaan itu sendiri, tempat kejadian, atau bahkan waktu kejadian.

“Dalam kecelakaan, tentunya ada trauma terhadap suatu kejadian, bisa jadi jadi trauma terhadap prosesnya, kejadiannya, tempatnya atau bahkan waktunya (pagi, siang, atau malam), hingga trauma di jalanan,” kata Sani yang juga Direktur Lembaga Psikologi Daya Insani tersebut, terhadap ANTARA secara daring, Selasa.

Sani menambahkan bahwa beberapa ciri-ciri umum dari khalayak yang mengalami trauma pasca-kecelakaan adalah adanya upaya untuk mengelakkan hal-hal yang digunakan berkaitan dengan rasa perih atau sakit yang digunakan dialami selama kejadian tersebut.

Para korban kemungkinan besar merasa sedih, panik, atau takut di mana menghadapi situasi yang digunakan mengingatkan dia menghadapi kejadian traumatis tersebut.

Dalam mengatasi trauma pasca-kecelakaan, langkah-langkah pemulihan yang dimaksud tepat berubah menjadi sangat penting.

Pertama, penting bagi individu yang tersebut mengalami trauma untuk mencari bantuan profesional dari seseorang psikolog atau terapis yang digunakan terlatih di penanganan trauma.

“Harus berkonsultasi ke psikolog untuk mengetahui tips-tipsnya, akibat setiap pemukim yang digunakan mengalami kejadian yang dimaksud sebanding sanggup cuma traumanya berbeda, lantaran penjiwaan seseorang, kekuatan serta kerapuhan seseorang itu sangat berkontribusi terhadap seberapa berat trauma yang dimaksud terjadi,” katanya.

Selain itu, penting juga untuk mempunyai dukungan sosial yang mana kuat dari keluarga, atau khalayak terdekat untuk mendiskusikan pengalaman mereka dengan orang-orang yang dimaksud dipercayai dapat membantu individu merasa didengar tanpa dihakimi juga didukung pada langkah-langkah pemulihan mereka.

Berikutnya menurut Sani adalah harus menerima bahwa kejadian yang disebutkan telah berubah menjadi takdir yang mana dialami, serta sudah ada suratan Tuhan.

Oleh akibat itu, pendekatan diri terhadap tuhan melalui spiritual juga ibadah itu menurutnya sangat penting, lantaran di di sini penderita juga akan mendapat ketenangan.

 

Artikel ini disadur dari Kenali dan atasi trauma pascakecelakaan

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *