Jadi Pionir BUMN Bidang Energi, Pertamina Gandeng JCCP

  • admin
  • Mei 25, 2024

Jakarta  – PT Pertamina (Persero) juga Japan Cooperation Center For Petroleum & Sustainable Energy (JCCP), melaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) Exchange terkait “Collaboration in The Field of Capability Development & Technical Cooperation in The Energy Sector”. MoU Exchange dilaksanakan oleh Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini sama-sama Chief Executive Officer JCCP Tsuyoshi Nakai.

Adapun kegiatan ini disaksikan Economic Minister Embassy of Japan in Indonesia Ueda Hajime, Special Counselor Haruhiko Ando, kemudian Kepala Biro Komunikasi, Layanan Pengetahuan Publik, kemudian Kerjasama Kementerian Tenaga dan juga Narasumber Daya Mineral Agus Cahyono Adi.

Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini menyampaikan, kolaborasi antara Pertamina kemudian JCCP merupakan bagian dari upaya Pertamina pada menghadapi tantangan transisi energi. Khususnya trilema energi melalui langkah inisiatif dan juga kerjasama dengan berubah-ubah pihak.

“Salah satunya kerja mirip dengan JCCP melalui tiga aspek potensial yang tersebut dikolaborasikan. Pertama, aspek capacity development meliputi konservasi energi lalu digitalisasi berkelanjutan. Kedua, Women Empowerment yang digunakan berfokus pada pengembangan karier dan juga pemberdayaan perempuan. Ketiga, aspek Technical Assistance, meliputi inisiatif penelitian yang digunakan didukung oleh JCCP, termasuk studi mengenai penerapan teknologi reformasi CO2 di dalam Indonesia, pengembangan agro forestation of rubber tree untuk memproduksi carbon neutral oil, dan juga pengembangan Sustainable Aviation Fuel,” ujar Emma diambil dari keterangan tertulis, Selasa (14/5/2024).

Chief Executive Officer JCCP, Tsuyoshi Nakai mengapresiasi kolaborasi dengan Pertamina, yang digunakan terjalin sejak lama serta MoU ini merupakan langkah inisiatif untuk meningkatkan hubungan kerja sama.

“Untuk menguatkan hubungan, maka dibentuk forum dialog kerja identik sebagai sarana berdiskusi pencapaian kolaborasi lalu rencana kedepannya,” tuturnya.

Tsuyoshi menambahkan bahwa penandatanganan perjanjian yang dimaksud merupakan bagian di acara Asia Zero Emission Community (AZEC) yang tersebut turut mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah Negara Indonesia kemudian Negeri Sakura pada Desember 2023 lalu.

Pada kesempatan yang digunakan sama, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Pengetahuan Publik, kemudian Kerja Sama (KLIK) Kementerian Daya juga Narasumber Daya Mineral, Agus Cahyono Adi memaparkan Kementerian ESDM memperkuat upaya kolaborasi yang dimaksud dilakukan. Hal ini lantaran Pertamina merupakan harapan dari pemerintah sebagai berubah menjadi leader dan juga pionir menuju target net zero emission ke masa datang.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menambahkan MoU ini bermetamorfosis menjadi milestone penting pada serangkaian kolaborasi yang digunakan telah lama dijalankan sebelumnya.

“Ditandatanganinya MoU ini menandakan kami telah terjadi menuju ke level kolaborasi yang digunakan lebih banyak solid, sekaligus merupakan bukti komitmen kedua belah pihak untuk menciptakan inovasi, melakukan upaya nyata menciptakan kerja serupa saling menguntungkan baik bagi Pertamina maupun JCCP untuk mengakselerasi transisi energi pada hal penyiapan SDM lalu proyek-proyek energi,” jelas Fadjar.

Artikel Selanjutnya Jaga Ketenteraman Pasokan Energi, BPH Migas Apresiasi Pertamina

Artikel ini disadur dari Jadi Pionir BUMN Sektor Energi, Pertamina Gandeng JCCP

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *