Dua insinyur Indonesi masih diselidiki persoalan pencurian data jet KF-21

  • admin
  • Mei 22, 2024

Seoul – KBRI Seoul, Korea Selatan pada Selasa mengutarakan langkah-langkah penyelidikan melawan dugaan pencurian data informasi teknologi pengembangan jet tempur KF-21 Boramae yang mana dituduhkan terhadap dua insinyur Indonesia, masih terus dilaksanakan oleh otoritas Korea Selatan.

Pernyataan yang dimaksud disampaikan oleh Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Seoul Zelda Wulan Kartika, ketika berdialog dengan delegasi wartawan Indonesia partisipan inisiatif “Indonesia Next Generation Journalist Network on Korea” yang diselenggarakan oleh Korea Foundation bekerja identik dengan Foreign Policy Community of Indonesia.

Zelda menjelaskan bahwa sejak perkara ini mengemuka pada Februari sesudah itu serta penyelidikan terhadap dua insinyur PT Dirgantara Nusantara (PTDI) itu masih belum selesai.

“Tetapi pihak Korea sudah berbicara secara langsung dengan Kementerian Keamanan RI serta PTDI. Jadi PTDI pun aware sekali mengenai apa yang digunakan sedang terjadi,” kata Zelda di KBRI Seoul,

Dalam merespons isu ini, ujarnya, peran KBRI adalah menjamin agar rute penyelidikan yang dimaksud berjalan sesuai aturan dan juga bahwa kedua insinyur yang disebutkan di keadaan yang tersebut baik—meskipun merekan dilarang pergi dari dari wilayah Korsel hingga penyelidikan selesai.

Zelda pun mengakui bahwa pemberitaan akan tindakan hukum ini sempat menghebohkan masyarakat Indonesia.

Namun, ia menegaskan bahwa kedua insinyur yang dimaksud tidak ada ditahan atau dipenjara dalam Korsel, selama penyelidikan berjalan.

“Di di tempat ini mereka itu sanggup melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasa. Hanya mereka diminta untuk tidak ada pergi dari dari Korea, serta memang sebenarnya ada surat cekal dia tak meninggalkan Korea,” tutur Zelda.

Kedua WNI itu disebutnya bahkan sempat hadir di acara menyingkap puasa sama-sama serta halal bi halal Idul Fitri yang dimaksud diselenggarakan pada KBRI pada April lalu.

“Dan kami terus-menerus berinteraksi dengan mereka itu from time to time untuk memantau kondisi keduanya,” kata Zelda.

Kedua insinyur Nusantara yang dimaksud merupakan anggota grup pengembangan jet tempur dengan dengan Korsel, yang tersebut sehari-hari bekerja dengan Korea Aerospace Industry (KAI) sebagai mitra PTDI di kerja identik lapangan usaha pertahanan itu.

Pihak berwenang Korsel menyatakan menangkap dua insinyur Tanah Air itu pada Januari 2024, setelahnya mereka kedapatan berjuang mengambil file terkait proyek yang dimaksud disimpan dalam drive USB.

Salah satu pejabat badan Administrasi Proyek Akuisisi Defense (DAPA) Korsel, yang dimaksud berubah jadi mitra Kemhan RI pada kerja serupa KF-21, mengemukakan penyelidikan berfokus pada identifikasi dokumen spesifik yang tersebut coba dicuri para pakar dari Negara Indonesia tersebut.

Menurut sumber yang tidak ada disebutkan namanya itu, USB yang dimaksud berisi dokumen umum, tidak data-data yang terkait teknologi strategis yang dimaksud berkemungkinan melanggar undang-undang rahasia militer atau pemeliharaan lapangan usaha pertahanan.

KF-21 Boramae merupakan proyek sama-sama Indonesia-Korsel yang mana bernilai  8 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp121,35 triliun. Melalui kerja sebanding tersebut, kedua negara akan memproduksi 120 unit jet tempur untuk Korea dan juga 48 jet tempur untuk Indonesia.

Tidak hanya saja itu, Negara Indonesia juga dijanjikan mendapat transaksi teknologi yang tersebut akan menyokong lapangan usaha pertahanan pada negeri di produksi pesawat KF-21 untuk lingkungan ekonomi global.

Sesuai kesepakatan awal pada 2014, Nusantara dibebankan 20 persen dari total biaya pengembangan pesawat tempur itu yang dimaksud ditargetkan rampung pada 2026.

Namun di perkembangannya, Kemhan RI baru-baru ini mengajukan permohonan penyesuaian pembayaran (payment adjustment) untuk eksekutif Korsel menghadapi kerja sebanding pembuatan KF-21 Boramae oleh sebab itu menganggap Tanah Air tak sepenuhnya mendapatkan kegiatan pemindahan teknologi di pembuatan jet tempur tersebut.

 

Artikel ini disadur dari Dua insinyur Indonesia masih diselidiki soal pencurian data jet KF-21

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *