Demi 1 Juta Barel dalam 2030, RI Berharap pada ‘Bukan Migas Biasa’

  • admin
  • Mei 26, 2024

Jakarta – Kementerian Tenaga juga Sumber Daya Mineral (ESDM) pada waktu ini masih menanti hasil pengeboran yang mana diwujudkan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dengan mitra selama Negeri Paman Sam yakni EOG Resources. Terutama, mengenai pengeboran sumur Migas Non Konvensional (MNK) dalam Blok Rokan, Riau.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, guna merealisasikan target produksi minyak 1 jt barel per hari (bph) pada 2030, pemerintah masih menaruh harapan pada pencarian cadangan Migas Non Konvensional (MNK).

“Kita harus eksplorasi banyak, akibat yang digunakan kita harapkan ini nambah minyak untuk yang mana MNK. Abis itu, Clastic di Banyu Urip, terus ada beberapa lapangan baru yang memang sebenarnya kemungkinan minyaknya ada,” kata Arifin ditemui ke sela acara The 48th IPA Convention & Exhibition (IPA Convex 2024), pada ICE BSD City, Tangerang Selatan, Selasa (14/5/2024).

Di sisi lain, Arifin mengakui bahwa upaya untuk mencapai target produksi minyak 1 jt bph pada 2030 kemungkinan akan cukup sulit.

Oleh sebab itu, RI penting menggenjot kegiatan eksplorasi untuk menemukan sumber cadangan minyak baru. Mengingat, temuan migas dalam Nusantara belakangan ini sejumlah didominasi oleh sumber gas.

“Kalau gasnya sih kelihatannya masuk, tinggal minyaknya saja, kemungkinan missed dikit lah (1 jt bph ke 2030),” kata Arifin.

Sebagaimana diketahui, PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengukir sejarah baru di dalam sektor hulu migas Indonesia.

Hal itu menyusul tajak atau pengeboran sumur perdana yang dimaksud dijalankan perusahaan pada memburu harta karun tidak migas biasa atau Migas Non Konvensional (MNK) pada Blok Rokan.

Adapun tajak perdana sumur MNK yang dimaksud dijalankan pada tahun lalu, tepatnya Kamis (27/7/2023) berlokasi dalam Lapangan Gulamo, Kecamatan Bangko, Wilayah Rokan Hilir, Riau.

Artikel Selanjutnya Wow! Cucu Usaha Pertamina Patok Laba Tembus Rupiah 10,8 T dalam 2024

Artikel ini disadur dari Demi 1 Juta Barel di 2030, RI Berharap pada ‘Bukan Migas Biasa’

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *