China luncurkan kampanye perangi isu perundungan murid tingkat dasar

  • admin
  • Mei 22, 2024

Beijing – China meluncurkan kampanye nasional untuk mengatasi isu-isu utama ke sektor lembaga pendidikan seperti perundungan ke antara murid serta beban tugas rumah yang tersebut berlebihan pada tingkat lembaga pendidikan dasar.

Menurut surat edaran yang mana diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan China pada Selasa (16/5), kampanye ini akan berlangsung hingga akhir tahun ini dengan fokus utama pada pengaturan juga perbaikan permasalahan yang berkaitan dengan pelanggaran keamanan, ketidaktertiban di manajemen harian, lalu praktik yang mana salah oleh lembaga pendidikan.

Surat edaran yang disebutkan juga menguraikan daftar terperinci dari 12 praktik negatif pada penyelenggaraan institusi belajar dasar.

Praktik-praktik yang disebutkan salah satunya pelanggaran terhadap waktu istirahat satu puluh menit yang digunakan dijadwalkan bagi murid, pengabaian kemudian toleransi terhadap perilaku perundungan, juga penyelenggaraan berubah-ubah ujian oleh lembaga-lembaga lembaga pendidikan wajib belajar dengan tujuan untuk memilih murid tertentu.

Acara terlarang lainnya di antaranya melakukan diskriminasi terhadap siswa dari kelompok rentan, memberikan hukuman fisik terhadap siswa, atau melakukan pungutan biaya yang dimaksud tiada sah.

Kementerian Pendidikan China sudah pernah menginstruksikan jajaran pemerintah wilayah untuk menyempurnakan daftar negatif tersebut, melakukan inspeksi mandiri, kemudian menerapkan langkah-langkah perbaikan.

Selain itu, pihak berwenang juga akan melakukan penelitian pada bermacam daerah, menunjuk pengawas untuk mengawasi sekolah, dan juga memberikan bimbingan profesional.

Untuk melakukan konfirmasi penegakan hukum yang digunakan efektif, mekanisme pengawasan kemudian pemaparan, dan juga sistem evaluasi reputasi, akan dibentuk selama kampanye.

China mempunyai hampir 500.000 sekolah dasar kemudian menengah juga taman kanak-kanak, dengan lebih tinggi dari 16 jt guru kemudian 230 jt siswa.

Sistem institusi belajar di negeri Tirai Bambu ini menghadapi kesenjangan pada perkembangan perkotaan-perdesaan dan juga regional, sehingga menyebabkan variasi yang dimaksud mencolok di tingkat manajemen sekolah di dalam beragam wilayah.

Shi Zhongying, kepala Institut Pendidikan di Universitas Tsinghua, mencatat bahwa 12 perilaku terlarang yang mana diuraikan di surat edaran yang dimaksud bukanlah kebijakan atau persyaratan baru, melainkan pengingat akan standar minimum. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran lalu menegaskan bahwa fakultas sekolah menjunjung kemudian mematuhi standar-standar ini.

Kampanye ini akan berdampak positif pada peningkatan tata kelola serta kapasitas institusi belajar dasar di era baru, dan juga optimalisasi biosfer sektor lembaga pendidikan secara keseluruhan, demikian Shi menuturkan.
 

Artikel ini disadur dari China luncurkan kampanye perangi isu perundungan murid tingkat dasar

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *