Bos Pertamina Ungkap Sumber Baru Pengganti Bensin, Gak Perlu Impor!

  • admin
  • Mei 26, 2024

Jakarta – PT Pertamina (Persero) membeberkan jenis Bahan Bakar Nabati (BBN) bisa jadi berubah menjadi salah satu cara untuk menggantikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mana hingga ketika ini permintaan Negara Indonesia terhadap BBM masih sepertiganya dipenuhi dari impor.

Hal itu seperti yang mana dikatakan oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. Nicke mengungkapkan upaya menurunkan impor BBM dijalankan dengan meningkatkan ketahanan energi, keterjangkauan energi, aksesibilitas energi, hingga keberlanjutan energi.

Salah satu cara yang didorong oleh perseroan, kata Nicke, dapat melalui pengembangan inisiatif bioenergi seperti biodiesel, biogasoline, juga bioavtur.

“Dan kami yakin masih sejumlah kemungkinan keberlanjutan dalam Indonesia, kami dapat meningkatkan inisiatif bioenergi, biodiesel, bio gasoline, unsur bakar penerbangan berkelanjutan, dan juga juga carbon offsetting seperti natural base solution juga CCUS,” ujar Nicke di acara Indonesian Petroleum Association (IPA) Convex, pada ICE BSD, Tangerang Selatan, Selasa (14/5/2024).

Saat ini Pertamina menggerakkan pemanfaatan substansi bakar berbasis nabati untuk jenis material bakar diesel melalui pencampuran antara BBM dengan materi bakar basis sawit sebesar 35% (B35). Adapun pencampuran olahan sawit dengan BBM yang disebutkan akan terus dikembangkan hingga B60 atau pencampuran substansi bakar sawit sebesar 60% pada BBM.

“Salah satu kegiatan prioritas kami adalah biofuel. Kami mulai dengan B35 ketika ini juga kami akan menambahkan pencampuran hingga B60. Dan dari B25 sebenarnya kita telah menurunkan emisi karbon sekitar 32,7 jt ton CO2 per tahun jadi kita akan tambah lagi hingga B60 sesuai dengan kebijakan energi nasional,” jelasnya.

Untuk jenis biogasoline, lanjut Nicke, pihaknya ketika sedang mengembangkan campuran bioetanol atau substansi bakar basis tetes tebu (molase) dengan BBM. Saat ini, perusahaan telah dilakukan jual secara komersial BBM dengan campuran bioetanol sebesar 5% (E5) yakni pada item BBM Pertamax Green 95.

Kelak, bioetanol akan mencapai E40 atau pencampuran hingga 40% pada BBM. “Bioetanol, sekarang kita mulai dari materi bakar non subsidi dengan nama E5 juga E7 Pertamax Green 92 serta 94 kemudian kita akan tambahkan blendingnya hingga E40 untuk semua substansi bakar,” bebernya.

Selain itu, pihaknya juga ketika ini telah mulai memproduksi substansi bakar penerbangan melalui SAF (Sustainable Aviation Fuel) dengan mencampurkan bioavtur basis sawit sebesar 2,4% pada substansi bakar pesawat.

“Hal ini juga mematuhi kebijakan energi nasional juga kami akan memproduksi lalu telah mulai memproduksi SAF dengan 2,4% pencampuran CPO dengan bensin lalu juga avtur kami,” tandasnya.

Artikel Selanjutnya Tok! ESDM Alokasikan 13,4 Juta KL Biodiesel dalam 2024

Artikel ini disadur dari Bos Pertamina Ungkap Sumber Baru Pengganti Bensin, Gak Perlu Impor!

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *