60% Anggaran Pengembangan Usaha Pertamina Dialokasikan untuk Produksi Migas

  • admin
  • Mei 25, 2024

Jakarta – Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati menyampaikan komitmennya untuk fokus menggenjot aktivitas di sektor hulu migas. Bahkan, alokasi anggaran penanaman modal perusahaan di sektor hulu mencapai 60% dari total pembangunan ekonomi secara keseluruhan.

Alokasi anggaran yang dimaksud cukup besar yang disebutkan bukanlah tanpa sebab. Pasalnya, Nicke memiliki target Nusantara dapat swasembada minyak mentah pada tahun 2029 mendatang.

“Kami mengalokasikan lebih lanjut dari 60% untuk industri hulu. Target kami pada tahun 2029 adalah swasembada minyak mentah. Saat ini sepertiga pasokan konsumsi minyak mentah kita berasal dari impor,” kata Nicke pada diskusi pada acara The 48th IPA Convention & Exhibition (IPA Convex 2024), Selasa (14/5/2024).

Nicke optimistis dengan alokasi anggaran dalam sektor hulu yang dimaksud cukup besar, maka pada lima tahun ke depan produksi minyak mentah perusahaan dapat terkerek naik dua kali lipat.

Sebagaimana diketahui, anak bidang usaha Pertamina dalam sektor hulu, PT Pertamina Hulu Daya (PHE) terus mencatatkan kinerja moncer di dalam awal tahun ini. Adapun hingga kuartal 1 2024, realisasi produksi minyak perusahaan sudah mencapai 548 ribu barel per hari (bph).

Sementara untuk produksi gas tercatat mencapai 2,86 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD). Sehingga produksi migas perusahaan secara total mencapai 1,04 jt barel setara minyak per hari (BOEPD).

Jumlah produksi migas yang dimaksud merupakan konsolidasi dari seluruh anak perniagaan PHE. Termasuk lapangan migas yang dimaksud berada di dalam luar negeri.

Direktur Utama PHE Chalid Said Salim membeberkan hingga Maret 2024, PHE juga mencatatkan kinerja penyelesaian pengeboran 3 sumur eksplorasi, 163 sumur pengembangan, 219 workover serta 8.323 well services.

Selain itu, PHE juga mencatatkan survei Seismik 2D sepanjang 12 km kemudian 3D sepanjang 2.602 km2. Dalam bidang eksplorasi, PHE mencapai total temuan sumber daya 2C sebesar 140 Juta Barel Minyak Ekuivalen/Setara Minyak (MMBOE).

“PHE akan terus melaksanakan kinerja unggul dengan mengedepankan aspek safety pada setiap lini Pekerjaan yang mana sesuai dengan good corporate governance,” ujar Chalid pada informasi tertulis, diambil Mulai Pekan (6/5/2024).

Artikel Selanjutnya Video; Pertamina Gelar Sekolah Daya Berdikari dalam Bali

Artikel ini disadur dari 60% Anggaran Investasi Pertamina Dialokasikan untuk Produksi Migas

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *